Tuesday, October 14, 2014

SUATU ANOMALI SELALU BISA MENARIK PERHATIAN



Saya termasuk salah satu yang mengalami euphoria dengan kedatangan Mark Zuckerberg ke Borobudur. 
Pemberitaan dia tentang hal itu sangat menarik dan menyenangkan hati saya.

Salah satu orang terkaya di dunia, jalan jalan ke Borobudur tanpa pemberitaan yang bombastis dan tanpa pengawalan yang ketat. 
Bahkan pengurus atau pengelola Borobudur pun tidak tau akan kedatangan Mark Zuckerberg ini. 
Bahkan turis paruh baya bermata sipit pun tidak tau juga kalau orang yang dimintainya tolong untuk mengabadikan momen mereka bertiga di candi Borobudur itu adalah Mark Zuckerberg, boss nya facebook.
Dan andaikata saya waktu itu sedang ada di Borobudur pun, saya juga tidak akan tau kalau ada Mark Zuckerberg disitu.

Ya, karena saya memang tidak kenal dia.
Tau tentang namanya juga sepintas lalu. 
Bahkan saya nulis namanya pun harus juga sambil mencocokkannya dengan sambil baca di situs berita yang sedang mengupas tentang kunjungan Mark Zuckerberg, soalnya takut salah tulis aja.

Terus apanya yang menarik?
Mungkin gak ada yang menarik, hanya itu saja.

Dan saya yakin banyak juga orang Indonesia yang juga mengalami euphoria seperti yang saya alami.
Mungkin bisa jadi hal ini adalah suatu anomaly, suatu kejadian yang di luar kebiasaan.
Ada orang penting datang ke suatu tempat wisata ataupun tempat apapun itu, pastinya akan ada acara acara protokoler penyambutan, ataupun juga ada pengawal pengawal, pak polisi ataupun voor rider yang memberikan tempat istimewa dan kemudahan kemudahan kepada orang penting tersebut.
Dan kalau hal seperti itu diberitakan, saya yakin hampir seratus persen, orang orang juga bakalan bosen dan menganggap hal yang biasa dengan pemberitaan semacam itu. 
Sebab sejak zaman orde baru, sejak zaman TVRI, kejadian seperti itu adalah suatu hal yang memang seharusnya seperti itu. 
Pemaksaan kehendak yang ditolerir.
Lain hal nya kalau kejadiannya seperti apa yang terjadi dengan Mark Zuckerberg kemarin.
Semua orang yang melek informasi pasti tau siapa itu Mark Zuckerberg, dan dia datang ke Borobudur dengan begitu nyantainya, duduk bersila, moto moto, dan mungkin leyeh leyeh di bebatuan candi tanpa ada aturan protokoler ataupun pengawal pengawal yang membatasi gerak geriknya.

Saya yakin Zuckerberg ataupun orang penting lainnya juga pastinya bakalan lebih seneng kalau mereka bertamasya atau berkunjung ke suatu tempat tanpa adanya pengawal ataupun protokoler yang mengatur. Bertamasya sebagaimana orang biasa.
Seperti Zuckerberg, begitu juga dengan Pak Jokowi.
Gaya berkunjungan dinas dan ber-blusukan yang dilakukan Pak Jokowi adalah suatu anomaly yang terjadi di masyarakat.
Di saat pejabat lain berkunjungan dinas dengan diatur protokoler yang ketat, dengan dikelilingi pengawal yang sangar sangar dan tampak formal sekali, Pak Jokowi melakukan kegiatan berkunjungan dinas dengan – mungkin – spontan, tanpa terlalu kaku mengikuti aturan protokoler.
Dan hal itulah yang pada akhirnya menimbulkan simpati masyarakat.
Suatu anomaly selalu bisa menarik perhatian.

14 comments:

Dunia Ely said...

Keren ya Inchs, si Zuckerberg itu, Jokowi juga, patut diteladani

21inchs said...

iyaa..

danirachmat.com said...

dan semoga bisa membawa kebaikan untuk kita bersama ya *terutama si Pak Jokowi*

danirachmat.com said...

dan semoga bisa membawa kebaikan untuk kita bersama ya *terutama si Pak Jokowi*

21inchs said...


iya betul pak, semoga bisa memberikan kebaikan bagi kita semuanyaa..

Ciput Mardianto said...

wah saya ketinggalan berita....

21inchs said...


lho sampiyan sudah lama gak mampir ke tempat saya sih mas, jadinya ketinggalan berita..

eksak said...

Jangankan mark, mungkin kalo gue ketemu elo di jalan juga gak ngenalin Dab! Bhahaha

21inchs said...

karena kita memang belum pernah ketemu muka sak..

eksak said...

Napa lu nanya email gue, Dab?

mawi wijna said...

Tapi semoga anomali itu tidak berbalik menjadi celah yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menganggu orang tersebut. :(

Kita hidup di Indonesia di mana hal-hal terburuk sangat mungkin untuk terjadi...

Zippy said...

Emang keren sih keduanya.
Gayanya gak jauh2 berbeda, sama2 suka blusukan (kayaknya) dan gak suka ribet pake pengawal :D

Idah Ceris said...

Si Mark pingin me time kalik. Enggak pingin dispesialin. :D

21inchs said...

eksak
mau konsultasi sak..

mawi
mudah-mudahan tidak menjadi ke arah situ. akan tetapi anomali ini hanyalah fenomena sejenak saja di tengah hype pemberitaan yg memang menyukai berita yg bombastis..

zippy
iya betul..

idah
iya betul jugak..

About Me

My photo
Saya lahir di kota suci di jalur pantura, kota kretek, kota Kudus. Lahir dan besar disana, kemudian menuntut ilmu di malang dan kemudian numpang tinggal di Depok, kota pinggiran Jakarta, dan mencari nafkah di Depok dan Jakarta ibukota Indonesia