Thursday, October 30, 2014

SUATU ANOMALI SELALU DAN SELALU BISA MENARIK PERHATIAN



Kan sudah saya bilang, kalau sesuatu yang anomaly itu selalu bisa menarik perhatian.
Begitu juga kejadiannya ketika kemarin Jokowi mengumumkan jajaran kabinetnya.
Ada yang tampak tidak seperti yang lain?
Iya.
Itulah Susi Pudjiastuti, yang bos-nya Susi Air yang diangkat menjadi menteri di cabinet Jokowi.

Kenapa Susi Pudjiastuti menjadi anomaly di cabinet Jokowi?
Satu, karena dia cewek dan jadi menteri
Ya, memang saat ini sudah mulai banyak cewek yang jadi menteri. 
Akan tetapi masih kalah dominant dengan menteri yang cowok. 
Dan Susi pegang kementerian yang tidak ada hubungan dengan feminimitas, kementerian tentang kelautan, perikanan dan juga kemaritiman.

Kedua, karena dia menteri yang berani ngerokok di depan public, dan dia itu cewek loh.
Cewek ngerokok aja udah merupakah suatu anomaly kecil, apalagi ini cewek ngerokok di istana Negara. 
Dan yang ngerokok itu adalah menteri. Menteri ya, bukan asisten menteri atau supirnya menteri. 
Menterinya sendiri yang ngerokok di depan public setelah pengumuman jajaran cabinet.
Ini menjadi suatu anomaly yang sangat luar biasa bombastis-nya.
Bahkan andaikata hal ini terjadi di luar negeri-pun juga akan menjadi anomaly atau malahan bahkan Susi bisa dituntut secara hukum.

Ketiga, dia tattoo-an
Cowok tattoo-an aja di sebagian masyarakat masih merupakah suatu anomaly, apalagi ini cewek
Dan ternyata cewek yang tattoo-an ini menjadi menteri
Seribu langit langsung gonjang ganjing di negeri yang masih menyematkan kata kata negeri dengan adat ketimuran yang menjunjung tinggi nilai moralitas keagamaan.

Keempat, dia gak lulus SMA
Jabatan menteri dipegang oleh seseorang dengan latar belakang akademis yang tidak lulus SMA.
Ini juga suatu anomaly yang sangat luar biasa dahsyat. Dan Jokowi juga sangat luar biasa melakukan bombastitas dengan memilih menteri dengan background pendidikan seperti Susi.
Mind set di masyarakat kita, seorang menteri adalah seorang professor akademisi ataupun professional dengan background akademis luar negeri.

Kelima, dia kawin cerai dua kali (?)
Gara-gara pengaruh racun busuk infotainment di media televisi yang sering memberitakan berita kawin cerai-nya para pesohor, dan itu menimbulkan citra yang negative. Mau tidak mau Susi-pun juga kena cipratan citra negative dari sosoknya dengan keadaan pribadinya.
Dan saya juga termasuk salah seorang yang menjadi tertarik dengan anomaly Susi Pudjiastuti ini.

Saya mungkin salah ketika saya menganggap kalau Susi bakalan agak kagok dengan pola kerja dengan manajerial yang sangat rumit di departemen pemerintahan yang penuh dengan birokrasi yang payah.
Ya, saya salah.
Karena ternyata Susi Pudjiastuti ini juga mempunyai pengalaman sebagai CEO dari usaha yang dirintisnya, Susi Air.
Dan tentunya CEO di perusahaan swasta yang beromset triliunan juga akan mempunyai pengalaman yang cukup untuk terjun di dunia pemerintahan, minimal dia tidak akan menjadi minder dan keder.
Sosoknya yang tidak biasa malah yang membuat orang lama di kementeriannya menjadi keder, dan ini akan menjadi modal yang cukup bagus bagi Susi untuk menerapkan pola kerja dan juga program kerjanya.

Saya tidak mempersoalkan semua anomaly tadi. 
Ya, anomaly tadi menimbulkan ketertarikan untuk beropini ke arah positif dan ke arah negative.
Saya naturally berfikiran positif tentang sosok Susi, seorang professional di bidang perikanan dan transportasi udara. 
Saya tidak mempermasalahkan ke-anomali-an yang ada pada sosok Susi.

Saya kagum pada sosok Susi, sama kagumnya dengan sosok professional lain yang masuk dalam jajaran menteri Jokowi, seperti menkominfo. Saya lupa namanya.
Tapi sosoknya yang sudah berpengalaman malang melintang di bidang telekomunikasi membuat saya salut dan menaruh harapan pada pak menteri kominfo.
Saya suka menteri yang professional bukan menteri yang terpilih karena barter politik.
Demikian juga dengan Ignasius Jonan, menteri perhubungan.
Dia sukses membenahi kereta api di Indonesia, di Jakarta dan Jawa khususnya.
Pola kerjanya out of the box dan saya salut dan kagum pada dia.
Untuk sementara saya kagum pada ketiga menteri dari cabinet Jokowi ini.
Akan tetapi apakah juga termasuk anomaly juga ya kalau Puan Maharani juga menjadi menteri, padahal saya jarang baca berita tentang kiprahnya di luar partai punya ibunya?
Dan apakah juga termasuk anomaly juga  ya ketika beberapa hari kemarin Ibas berani berkomentar tentang cabinet Jokowi, setelah sebelumnya kemarin-kemarin hanya gelenggam gelenggem saja partai bapaknya?

Kemudian saya menjadi teringat, bahwa
Megawati itu anaknya Sukarno
Dan Puan Maharani itu anaknya Megawati
Kemudian 
Ibas itu anaknya SBY
Kemudian 
Tomi, Tutut dan Titiek itu anaknya Pak Harto
Kemudian
Ada juga istri dan anaknya Gusdur
Kemudian 
Ada juga anaknya Habibie

Sehingga kemudian urut-urutan tersebut menjadi semacam suatu bentuk kedinastian di dalam suatu kerajaan.
Seorang pemimpin menyiapkan anaknya untuk menjadi penerusnya.
Mungkin hanya anaknya Habibie yang tidak termasuk dalam tataran kedinastian di atas, karena dia adalah professional di bidang penerbangan seperti bapaknya.

Dan andaikata nanti anaknya Habibie naik menjadi menteri, maka hal itu adalah menjadi suatu bentuk kewajaran dan saya akan salut karena dia memang jinius.
Demikian juga dengan istri dan anaknya Gusdur.
Istrinya Gusdur mungkin hanya kecipratan pamor atau charisma dari Gusdur, sedangkan anaknya kayaknya lebih banyak bergerak di luar lingkaran pemerintahan, di LSM kalau tidak salah. Mungkin juga dia mengolah diri untuk kemudian akan masuk ke dalam lingkarang kekuasan juga.

Kedinastian atau tidak, tidak menjadi masalah asalkan mereka mempunyai kemampuan, kapabilitas dan kemampuan untuk mengemban amanah menjadi penggerak kemajuan bangsa ini.

8 comments:

danirachmat.com said...

mari kita lihat dan saksikan kinerja para menterinya Jokowi ini.. :)

21inchs said...


iya pak,
mari kita dukung kl memang berada dlm track yg benar, dan mari kita kritisi jikalau mulai melenceng..

Dunia Ely said...

Keren Inchs endinge

21inchs said...

makasi mbak..

eksak said...

Nalarnya gini, Dab! Kualitas kabinet yang selama ini disesumbarin Jokowi viawmedia adalah kabinet berbasis profesionalitas orang-orang yang mengampunya. Di lain pihak, kita pun gak bisa maido, bahwa kuatnya helaan pengaruh dan restu Ketua Umum PDIP Megawati terhadap komposisi kabinet jadi kekuatan di belakang layar yang ikut nentuin. Belum lagi penjatahan parpol pendukung, yang juga jadi variable penting komposisi kabinet Jokowi-JK. So, liat dulu dalangnya! Jokowi cuma salah satu wayang! ;)

21inchs said...

jadi dr pertama Jkw-JK sdh tdk konsisten dgn omongannya bhw kabinetnya akan diisi profesional dan tdk ada penjatahan parpol ya..

Apakah yg dimaksud dalang itu Megawati atau ada lagi yg lainnya?
kalau yg dimaksud dalang itu Megawati, maka wayangnya dlm hal ini Jkw justru lebih pinter daripada dalangnya..
hahahaa..

Una said...

Baca aja deh...

21inchs said...

silakan..

About Me

My photo
Saya lahir di kota suci di jalur pantura, kota kretek, kota Kudus. Lahir dan besar disana, kemudian menuntut ilmu di malang dan kemudian numpang tinggal di Depok, kota pinggiran Jakarta, dan mencari nafkah di Depok dan Jakarta ibukota Indonesia