Tuesday, October 8, 2013

SAYA ROBOT


Saya sangat deg-deg an pada diri saya sendiri. 
Saya terkadang menjadi ketakutan sendiri dengan keputusan yang saya ambil, yang bisa jadi keputusan itu merugikan orang lain. 

Walaupun saya dalam posisi yang benar, tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam ada terselip perasaan bersalah ketika saya menegakkan peraturan secara ketat. 

Kemudian saya menenangkan diri saya sendiri, 
memberi dukungan kepada diri saya sendiri bahwa yang saya lakukan adalah benar. 

Kalau ada orang lain yang merasa dirugikan, 
itu adalah konsekuensi atas tidak ditaatinya peraturan yang sudah ada. 

Kalau peraturan-peraturan yang ada dilaksanakan dengan banyak kebijaksanaan, maka peraturan itu tidak akan ada gunanya. 

Saya dalam posisi yang benar ketika menjalankan peraturan sesuai apa adanya. 

Ya, memang saya robot.

6 comments:

Syifa Azmy Khoirunnisa said...

setelah baca pemaparannya, kalo begitu saya juga robot dong? -_-

21 said...

webeek webeek..
iya ternyata kita sama-sama robot..

Asep Haryono said...

Menegakkan peraturan atau law enforcement memang bukan hal yang mudah. Ada aja ganjalannya. Hiehiehiee. lama lama beneran jadi ROBOT hiehiheihee

22 said...

lebih baik dibikin automatic dgn robot ya pak atau mengadopsi istilah dari jepang pokayoke..

saya robot yg berfantasii..

eksak said...

Kalo gak luwes tuh emang bisa disebut robot. Makanya kita luwes aja! Bener ya luwes, salah ya luwes.

Ngikutin apa yang ada tuh kalo bahasa gaulnya "ngalir" gak "ngambang" dan terombang-ambing. Beda ngalir ama ngambang apa ea? *gakpunyapendirian

23 said...

eaaa deh..

About Me

My photo
Saya lahir di kota suci di jalur pantura, kota kretek, kota Kudus. Lahir dan besar disana, kemudian menuntut ilmu di malang dan kemudian numpang tinggal di Depok, kota pinggiran Jakarta, dan mencari nafkah di Depok dan Jakarta ibukota Indonesia