Saturday, September 21, 2013

KOMEN ASAL NJEPLAK


Banyak sekali kejadian yang terjadi, dari mulai penembakan polisi, kemudian ada mobil murah, ada gembong narkoba yg sdh divonis mati, ada jalanan yang berlobang dan tdk rata. Dan bermacam-macam lagi.

Sekarang saya sedikit mulai suka untuk mengomentari kejadian-kejadian tersebut dengan menuliskannya di blog, secara spontan tanpa melakukan penelitian ataupun mem-verifikasi ataupun menyaring terlebih dahulu berita-berita ataupun informasi-informasi yang masuk.
Semuanya langsung saya hajar, saya komenin versi saya sendiri.
Jadinya bisa jadi dan sangat boleh jadi komen atau tanggapan berita versi saya terasa sangat dangkal dan terkesan tabrak lari saja.

Akan tetapi, terkadang kalau saya terlalu lama mencermati, mem-verifikasi dan mencari-cari data-data, kemudian baru kasih komen, kok sepertinya sia-sia saja. Toh nanti ujung-ujungnya juga bakalan sama seperti celotehan spontan saat pertama kali saya terima berita yang masuk.

Terkadang kebanyakan pertimbangan dan data-data informasi yang masuk malah membuat kita sangat terbatasi untuk sekedar bicara atau mengeluarkan ide. 

Komen yang pertama keluar atau reaksi yang pertama kali keluar sebagai tanggapan atas berita atau informasi yang masuk adalah selalu murni dari pikiran dan diri kita sendiri secara jujur, belum tercampur dengan bermacam pertimbangan dan kepentingan. 
Walaupun kadangkala pada akhirnya akan terdengar sangat bodoh dan dangkal.

14 comments:

khusna khairunnisa said...

betul banget, saya kadang seperti itu juga, terutama saat nonton televisi...tapi kalau di blog, kan sudah ada sumbernya tinggal baca doang, mau komen asal jeplak rasanya kurang pas, kecuali ke beberapa blog "khusus" yang selalu menggelitik saya untuk komen OOT...hehehe

21 said...

maksud saya sebenarnya bukan seperti ituu..
maksud saya itu dalam menulis blog yg isinya tentang komen saya atau reaksi saya atas informasi yg saya baca atau saya dengar..

kalau komen di blog orang sih saya juga kadang baca dulu, kadang juga asal njeplak..

Syifa Azmy Khoirunnisa said...

kadang aku suka asal njeplak, tapi kadang ada obrolan yang aku gag bisa asal njeplak juga, lihat2 sikon dan obrolannya sih. hehe

22 said...

iya betul..

Rawins said...

manusiawi kok
setiap orang punya refleks yang merupakan reaksi spontan terhadap sesuatu yang ditangkap indra.

asal jeplak ga masalah sejauh kita yakin tak bikin orang salah persepsi terhadap sesuatu. atau minimal dikasih keterangan ini opini pribadi secara spontan.

akan lebih bagus kalo besoknya disusulin dengan info akuratnya hasil crosscheck kesana kemari.

yg jadi masalah dengan sebagian teman kita adalah, kalo sudah ada asumsi tentang sesuatu, biasanya akan susah menerima info yang berbeda. efek kesan pertama begitu menggoda tuh...

23 said...

nah emang ini yg saya maksud pak..

siiips,
emang pak raw ini tau yg aku mauu..

Untje van Wiebs said...

wis rajin meneh ni yee...

Djangan Pakies said...

justru tulisan seperti itu kang yang saya suka karena tulisannya mengalir dari hati dan pikiran. segala sesuatu kalo ori, pasti mahal harganya.
Jadi menulislah apa yang dirasakan panca indra, nggak usah peduli dengan kaidah penulisan yang bikin mumet

Rawins said...

tau apanya wong itu asal jeplak kok :D

24 said...

@un
cieee..

@pakies
iya pak, saya juga kurang begitu mempedulikan kaidah penulisan bahasa dan juga kalau penulisan yg langsung begitu sebenarnya kurang didukung oleh data-data yg lengkap dan bisa jadi memang nantinya akan terjadi kekeliruan dll.

@raw
asal njeplak juga bisa pas ya pak..

Ejawantah Wisata said...

Memang dalam dunia blogging kita harus memiliki etika, namun ada juga beberapa rekan yang mentoleransikan batas-batas komen yang menjeplak, asal kita sudah bisa saling mengerti satu dengan yang lainnya untuk setiap karakter yang tertuang dalam komentar.

Apalagi kalau kita menuangkan dalam bentuk artikel tulisan sebagai persepsi yang kita tuangkan. Terkadang hal yang bergejolak akan terlihat dan terasa dalam sebuah tulisan dalam bentuk artikel yang kita tuangkan.

Salam wisata

25 said...

iya memang betul seperti itu pak,
saya menganggapnya itu sebagai suatu bentuk kebebasan mengeluarkan pendapat.

tapi tentu yg saya maksud disini adalah pendapat/persepsi pribadi tanpa ada tendensi utk bisa dijadikan dasar utk hal-hal yg diluar kendali kita.

Rawins said...

berarti lebih pas kalo dikeplak ya
:D

26 said...

jangan dikeplak pak..

cipika cipiki aja pak..

About Me

My photo
Saya lahir di kota suci di jalur pantura, kota kretek, kota Kudus. Lahir dan besar disana, kemudian menuntut ilmu di malang dan kemudian numpang tinggal di Depok, kota pinggiran Jakarta, dan mencari nafkah di Depok dan Jakarta ibukota Indonesia