Wednesday, September 25, 2013

STOP MAKING STUPID PEOPLE FAMOUS


Kemarin pernah liat tulisan seperti itu di salah satu stasiun tivi. 
Dan saya langsung setuju dengan ungkapan itu. 
Dan kemudian secara otomatis saya langsung mengaitkan ungkapan tersebut dengan nama-nama : Vicky Prasetyo, Zaskia Gotik dan Nikita Mirzani.

Apakah mereka orang yang stupid?
Bisa iya, bisa juga tidak. 
Tapi untuk lebih mudahnya kita anggap saja mereka stupid
Dan media massa menjadikan that stupid people menjadi sedemikian terkenal.

Saya sedikit merasa bersyukur karena kebanyakan waktu saya habis di tempat kerja, sehingga saya jarang sekali nonton tivi. 
Kemarin hari minggu libur dan tidak sengaja nonton tivi. 
Alamaak, isinya orang-orang yang saya sebutkan tadi, dan dibahas secara serius di infotainment.

Ya, saya yang salah. 
Seharusnya saya tidak nonton infotainment.
That stupid people adalah narasumber yang sangat favorit buat infotainment dan lebih mengerikannya lagi hampir di tiap jam ada saja tayangan berita seperti itu.
Dan kayaknya masyarakat juga suka dengan tontonan seperti itu.
Dan lebih menjadi celaka lagi kalau tontonan seperti itu dijadikan tuntunan.

Tentu, masyarakat kita juga sudah tau kalau tontonan seperti itu tidak boleh dijadikan tuntunan. Akan tetapi kalau tiap hari disuguhinnya berita-berita goyang itik, foto bokep, modal pantat dan kehidupan yang gemerlap dari that stupid people, apa iya tidak kemeceer orang-orang untuk ikutan menempuh cara-cara seperti itu. 
Apalagi kalau benteng keimanannya sudah tipis. Lewat deh, di skip aja deh..

Buat infotainment dan juga kebanyakan berita, ada istilah bad news is good news.
Hal-hal yang buruk akan menjadi komoditas berita yang bagus, yang akan banyak menarik orang untuk mengikutinya. Dan tentunya akan menghasilkan banyak iklan ataupun oplah penjualan yang kereen ituu..

Kalau kepingin tidak terkena pengaruh buruk dari infotainment semacam itu satu-satunya cara ya tidak usahlah nonton acara seperti itu. 
Sama sekali tidak rugi kok.

Saya pada awalnya kebingungan baca-baca di blog tentang istilah-istilah kudeta hati, konspirasi kemakmuran dan 29 my age.
Kemudian saya skip saja..
Baru beberapa minggu kemudian saya tau maksud atau sumber berita dari istilah-istilah tersebut.

Pada awalnya saya kirain Zaskia Gotik itu penyanyi dari aliran Gothic semacam Evanessence ataupun penyanyi dengan aura gothic gitu..
Waktu kebetulan liat di tivi agak kebingungan juga, katanya gotik kok di matanya gak pake eye shadow item-item, dan dandannya gak pake pakean item-item.
Eeaaalah ternyata..

Dan saya tidak merasa ketinggalan berita ataupun mengalami kerugian dengan tidak tau akan hal-hal seperti ituu..

8 comments:

khusna khairunnisa said...

tentang Zazkia Gothic, saya juga sempat salah sangka, saya pikir gaya dia yang gothic, tapi setelah menyempatkan diri melihat tayangan infotainment, ternyata pedangdut dengan goyang yang tak pantas dilihat.

tayangan tv kita semacam sinetron, infotainment, lawakan dll...selalu saya hindari, bukan kenapa-kenapa,hanya saja tayangan itu tak ada untungnya bagi kami, tak mendidik. kalau niat nonton tv, ya pilih channel movie aja semacam HBO atau malah TV untuk balita...

21 said...

iya betuul..

eksak said...

Wah! Kalo gue nonton mereka berarti gue stupid juga, dong? Bhahaha, padahal gue suka pantatnya doang! *ups.

22 said...

hahahaa..
biarpun pantatnya oke punya, tapi sudah kerasa eneg duluan pak..
hahahaa..

Rawins said...

howalah, jebul gotik itu goyang pitik ya..?

semprul aku baru ngeh
besok tak bikin tren baru ah
jarang goyang...

23 said...

jaran goyang?
ntar banyak yg naksir dong paak..

qinky qinkqonk said...

Hahaha... setuju, tapi lepas dari itu.. ternyata kita juga ngga bisa menolak kesenangan dari mengangkat berita ngga penting...

blog kita rame dikunjungin orang-orang yang googling tenyant vicky prasetyo, zaskia gotik, dan nikita mirzani..

hahaha..
saya add di blog list yaaaa

21inchs said...

Thank you for dropping by

About Me

My photo
Saya lahir di kota suci di jalur pantura, kota kretek, kota Kudus. Lahir dan besar disana, kemudian menuntut ilmu di malang dan kemudian numpang tinggal di Depok, kota pinggiran Jakarta, dan mencari nafkah di Depok dan Jakarta ibukota Indonesia